Yaroslav Goncharov, Pencipta FaceApp yang Pernah Bekerja di Microsoft

Jakarta: Aplikasi FaceApp kembali viral setelah tahun lalu sempat diperbincangkan. Aplikasi ini memungkinkan sebuah foto wajah seseorang dibuat terlihat tua atau muda dan mengubah jenis kelaminnya menggunakan teknologi AI.

Namun, belum banyak yang mengenal sosok pria asal Rusia yang menciptakan FaceApp yaitu Yaroslav Goncharov. Pria ini diketahui menguasai teknologi AI dan pernah bekerja di Microsoft di bidang yang sama.

Dikutip dari The Globe Post, Goncharov menyelesaikan studi di bidang mekanik dan matematika di St. Petersburg State University. Sebelumnya, dia bersekolah di Academic Gymnasium di kampus tersebut untuk bidang fisika dan matematika.

Di tahun kedua kuliahnya, Goncharov sudah bekerja full time hingga suatu hari dia terbang ke Amerika Serikat untuk bekerja di Microsoft. Di sana dia bekerja selama dua tahun.

“Saya bekerja di Mircrosoft di Redmond, Amerika Serikat dan di sore hari saya mengerjaka coding untuk bot yang mampu menemani bermain kartu poker. Neural network hanya bagian kecil dari kemampuan bot ini saat itu. Belum ada solusi yang bisa diciptakan neural network sepenuhnya,” tutur Goncharov dalam sebuah wawancara di 2017.

© Cahyandaru Kuncorojati Goncharov sudah mengembangkan neural network yang menjadi bekal kemampuan AI di FaceApp sejak 10 tahun lalu.

Neural network merupakan salah satu elemen dalam teknologi AI yang membuatnya mampu berpikir dan memiliki persepsi seperti otak manusia. Goncharov kemudian mengembangkan teknologi in-depth untuk analisis suara.

” Di tahun 2016, saya memutuskan untuk menggunakan teknologi ini (AI) untuk kemampuan pengolahan foto. Demikian aplikasi FaceApp kemudian tercipta,” ungkap Goncharov. Di 2006, dia juga menjabat sebagai Technical Director di perusahaan softwate bernama SPB Software.

SPB Software kemudian dibeli oleh Yandex, perusahaan mesin pencarian raksasa Rusia sekelas Google dengan nilai USD38 juta. 2013 Goncharov memilih keluar dari Yandex dan mendirikan Wireless Lab.

“FaceApp lahir dari dua hal penting yang menjadi tren. Pertama adalah value dari konten foto dan video yang terus tumbuh. Ada pandangan bahwa cerita di Snapchat, Instagram, dan sejenisnya bakal membunuh model news feed seperti Twitter. Facebook juga mulai menuju ke arah sana,” jelas Goncharov dua tahun lalu.

“Tren kedua adalah teknologi neural networks. Teknologi serupa otak manusia yang ditanamkan ke dalam kode komputasi. Untuk menciptakannya dibutuhkan jaringan software simulasi yang besar dengan kemampuan menganalisa dan menyimpan data. Teknologi ini merupakan basis dari machine learning, artificial intelligence, cybernetic, dan lain-lain,” lanjut Goncharov.

Dia mengakui bahwa dia sudah mengembangkan neural network sejak lama, bahkan dia mengklaim sudah melakukannya sejak 10 tahun yang lalu. Fakta ini yang mungkin menjadi alasan kemampuan AI di aplikasi FaceApp bisa menghasilkan rekayasa foto yang tergolong sempurna.

Sumber Link