Yamaha Tampil Tanpa Beban pada Paruh Kedua MotoGP 2019

Sachsenring – Direktur Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, menyatakan timnya akan tampil tanpa beban pada paruh kedua MotoGP 2019. Dua pembalap Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, dinilai sudah berat bersaing dalam pacuan juara dunia 2019. 

Meski gelar dunia sudah sulit mereka raih, Meregalli melihat situasi dari sisi positif. Ia yakin para ridernya bakal tampil tanpa beban dan tak ragu-ragu melakukan serangan.

“Target kami menjalani paruh kedua dengan lebih kuat. Kami sudah tanpa beban, jadi saya rasa kami akan menyerang di setiap pekan balap, sejak FP1 sampai balapan,” kata Meregalli, seperti dilansir AS

 

Monster Energy Yamaha mengawali musim ini lewat hasil finis kedua yang diraih Valentino Rossi di Argentina dan AS, serta finis ketiga yang diraih Maverick Vinales di Jerez. Mendekati pertengahan musim, Vinales sukses meraih kemenangan di Belanda, serta finis kedua di Jerman.

Sayang, Vinales dan Rossi kompak tiga kali gagal finis. Vinales tertabrak rider lain di Argentina; Le Mans, Prancis, dan Catalunya, Spanyol, sementara Rossi juga tertabrak di Catalunya, serta melakukan kesalahan di Mugello, Italia, dan Assen. Meregalli mengaku ini bukan prestasi yang diharapkan.

“Setelah sembilan balapan, kami meraih lima podium dan satu kemenangan, yakni bukan hasil kami yang biasanya. Kami juga mendapatkan beberapa ketidakberuntungan. Masing-masing pebalap kami tiga kali gagal finis, hanya dua di antaranya yang murni kesalahan rider kami sendiri,” ujar Meregalli.

Dalam wawancara ini, pria yang akrab disapa Maio itu juga memberikan evaluasi performa kedua pembalapnya. Meregalli mengaku sangat menyayangkan kesalahan Rossi di Mugello dan Assen, namun memaklumi beban yang dipikul karena harus start dari posisi 18 dan 14.

“Vale menjalani musim ini dengan awal yang kuat. Ia finis kedua di MotoGP Argentina dan MotoGP Austin. Ini hasil yang cukup baik. Tapi ia mengalami tiga kali gagal finis yang cukup buruk pada MotoGP 2019, dua di antaranya akibat kesalahannya sendiri, karena start dari belakang bisa mendorong Anda mengambil risiko lebih tinggi,” terangnya. 

 

Sumber Link