Mudahnya Beyonce Dapat Izin Syuting di Air Terjun Havasu

Video klip terbaru Beyonce, ‘Spirit’, sudah rilis di YouTube. Video bernuansa alam Afrika itu ternyata mengambil tempat di AS. Salah satunya air terjun Havasu di Grand Canyon, Arizona.

Air terjun Havasu adalah salah satu tempat terindah di Grand Canyon. Tempat itu juga sulit untuk dijangkau kecuali menggunakan helikopter. Namun, bukan Beyonce namanya jika dia tidak berhasil menyambangi tempat itu.

Dilansir USA Today, tidak mudah untuk syuting di cagar alam tersebut. Orang-orang boleh mengunjungi tempat tersebut, tapi syuting untuk keperluan komersial adalah hal yang dilarang. Kamu harus meminta izin secara tertulis terlebih dahulu.

© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Havasu Falls di Arizona. Foto: Shutter Stock

Tak hanya secara tertulis, kamu juga harus mengeluarkan biaya sebesar USD 100 (Rp 1,7 juta) sampai USD 125 (Rp 2,1 juta) terkait perizinan. Lalu, kamu harus mengantre untuk mendapatkan giliran karena dalam sehari, pihak cagar alam bisa mendapatkan lebih dari 300 surat izin terkait keperluan syuting. Bahkan, mereka bisa langsung menolak permintaanmu untuk syuting di kawasan air terjun Havasu.

© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

Cagar alam air terjun Havasu dikelola oleh suku Havasupai. Saat pihak Beyonce menghubungi mereka dan menanyakan apakah sang diva bisa melakukan syuting video klip di air terjun Havasu, para pengelola langsung mengiyakan. Alasannya, karena video musik tersebut adalah bagian dari film live action ‘The Lion King’ dan penyanyinya adalah Beyonce.

Satu hari setelah pihak Havasupai mengiyakan permintaan dari pihak Beyonce, pelantun ‘Halo’ itu langsung melakukan syuting di air terjun Havasu. Dilansir TMZ, Beyonce pergi ke sana bersama putrinya, Blue Ivy, dan timnya menggunakan helikopter. Setelahnya, dia berfoto bersama para pengelola air terjun Havasu.

Suku Havasupai mengatakan bahwa mereka senang penyanyi sekelas Beyonce melakukan syuting di kawasan air terjun Havasu. Hal itu disampaikan oleh Muriel Uqualla, Ketua Dewan Suku Havasupai, melalui sebuah keterangan tertulis.

“Pemilihan (air terjun Havasu sebagai lokasi syuting) ini berfungsi untuk merayakan dan menghormati keindahan alam tanah kami dan (menghormati) rakyat kami. Mengetahui Beyonce mengadvokasi pelestarian air di seluruh dunia, kami sangat senang dapat mengakomodasi permintaannya. Pilihannya untuk mengunjungi Reservasi Indian Havasupai sebagai bagian video barunya dan untuk membagikannya ke seluruh dunia adalah bukti keindahan yang menakjubkan dari tanah air kami yang terpencil,” jelas Uqualla.

Havasu Falls di Arizona. Foto: Shutter Stock© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Havasu Falls di Arizona. Foto: Shutter Stock

Hal ini tentu membuat beberapa orang kesal, terutama para pendaki yang kala itu sedang berada di dekat kawasan tersebut. Mereka mengatakan bahwa kawasan air terjun Havasu ditutup selama lima jam karena Beyonce berada di sana.

Netizen juga mengkritik pihak pengelola air terjun Havasu. Alasannya, karena mendahulukan Beyonce dibanding orang-orang lain yang sudah lebih dulu mendapatkan izin untuk syuting di tempat itu.

Pihak penyanyi lagu ‘Formation’ itu punya alasan mengapa mereka butuh waktu cepat untuk syuting di air terjun Havasu. Dilansir USA Today, pihak Beyonce diduga syuting pada tanggal 9 Juli. Sedangkan video musik ‘Spirit’ sudah tayang 17 Juli lalu. Ya, Beyonce dan timnya hanya punya waktu sedikit untuk memproduksi video klip ‘Spirit’.

Location Manager Beyonce yang menolak disebutkan namanya itu pun menghubungi Mathew Earl Jones, adik James Earl Jones yang merupakan pengisi suara Mufasa di film ‘The Lion King’. Mathew yang juga merupakan Direktur Arizona Film and Digital Media, agen negara yang memfasilitasi pembuatan film untuk sebuah perusahaan, diminta tolong agar Beyonce bisa syuting di air terjun Havasu.

Beyonce di air terjun Havasu, Arizona, AS Foto: YouTube.com/Beyonce© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Beyonce di air terjun Havasu, Arizona, AS Foto: YouTube.com/Beyonce

Mathew pun menyampaikan keinginan Beyonce pada Republik Arizona. Dia juga menambahkan bahwa Beyonce hanya butuh satu hari untuk syuting di kawasan air terjun Havasu. Tapi, dia tidak bisa membantu terkait perizinan.

“Aku bilang pada mereka (pihak Beyonce) bahwa tempat itu (air terjun Havasu) adalah salah satu lokasi yang paling dicari di Arizona. Perizinannya biasanya memakan waktu lama, dan kantor kami tidak membantu menerbitkannya,” jelas Mathew.

Meski demikian, Mathew memperkenalkan Location Manager Beyonce pada Dewan Suku Havasupai. Tapi, kata Mathew, sang manajer tidak menghubungi Dewan Suku Havasupai hingga beberapa hari. Tiba-tiba, dia dikejutkan dengan kabar bahwa Beyonce mendapat izin untuk syuting di air terjun Havasu hanya dalam satu hari.

“Aku benar-benar terkejut mendengar mereka (suku Havasupai) memberikan izin dengan cepat. Aku harap, mereka memberikan kelonggaran agar orang-orang lain bisa syuting di kawasan air terjun Havasu,” kata Mathew.

Beyonce di acara pemutaran perdana film The Lion King di Hollywood, Selasa (9/7). Foto: GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFP/ROBYN BECK© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Beyonce di acara pemutaran perdana film The Lion King di Hollywood, Selasa (9/7). Foto: GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFP/ROBYN BECK

Air terjun Havasu bukan satu-satunya lokasi syuting video klip ‘Spirit’. Beyonce dan krunya juga menyambangi Sedona, Red Rock State Park, untuk syuting. Tepatnya, setelah Beyonce sudah selesai melakukan pengambilan gambar di kawasan air terjun Havasu.

Kata Michelle Thompson selaku Humas Arizona State Parks and Trails, tim produksi Beyonce menghubungi kantornya dan meminta izin untuk melakukan syuting video klip di Sedona. Karena waktu Beyonce terbatas, Michelle dan timnya bergegas menemukan lokasi syuting yang kira-kira cocok untuk tema dan konsep video musik ‘Spirit’, yakni tempatnya harus indah, terpencil, dan nyaman.

Michelle dan timnya pun mengamankan dua lokasi, satu di tepi Oak Creek dan yang lainnya dengan latar belakang batu merah Sedona yang ikonis

Hingga kini, video klip ‘Spirit’ sudah ditonton lebih dari 8 juta kali di YouTube. Simak review video klipnya di bawah ini.

Sumber Link